Dari Abu Umamah Al-Bahili r.a, berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda :
“Ketika aku sedang tidur, datanglah dua orang lelaki kemudian memegang lenganku, lalu membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata, “Naik”. Aku katakan, “Aku tidak mampu”. Keduanya berkata, ‘Kami akan memudahkanmu’. Akupun naik hingga sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya, ‘Suara apakah ini?’. Mereka berkata, ‘Ini adalah teriakan penghuni neraka’. Kemudian keduanya membawaku, ketika itu aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki di atas, mulut mereka robek, darah mengalir dari mulut mereka. Aku bertanya, ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka (sebelum masuk waktu berbuka)”.
(Riwayat An-Nasa’i)
Hormatilah bulan Ramadhan dengan mematuhi kewajipan berpuasa yang dituntut keatas orang-orang yang telah diwajibkan berpuasa.
Janganlah kita hanya mengaku sebagai muslim hanya pada nama namun tidak pada amalan.
Ingatlah! muslim dinilai pada amalan dan bukan pada kad pengenalan.
Friday, 12 August 2011
azab meninggalkan solat fardu
Buat renungan kita bersama, barang siapa yang meninggalkan solat fardu, seksanya umpama..
Subuh:
Allah akan mencampakkannya ke dalam neraka jahanam selama 60 tahun.
Allah akan mencampakkannya ke dalam neraka jahanam selama 60 tahun.
Zuhur:
Dosanya seperti membunuh seribu orang Islam.
Dosanya seperti membunuh seribu orang Islam.
Asar:
Dosanya seperti meruntuhkan Kaabah.
Dosanya seperti meruntuhkan Kaabah.
Maghrib:
Dosanya seperti berzina dengan ibu atau bapanya sendiri.
Dosanya seperti berzina dengan ibu atau bapanya sendiri.
Isyak:
Allah berseru kepada mereka, “Hai orang yang meninggalkan solat Isyak, bahawa Aku tidak lagi reda engkau tinggal di bumi-Ku dan menggunakan nikmat-nikmat-Ku.” Segala gerak-gerinya seperti pakai, makan, tidur adalah berdosa kepada Allah.
Allah berseru kepada mereka, “Hai orang yang meninggalkan solat Isyak, bahawa Aku tidak lagi reda engkau tinggal di bumi-Ku dan menggunakan nikmat-nikmat-Ku.” Segala gerak-gerinya seperti pakai, makan, tidur adalah berdosa kepada Allah.
Jadi marilah kita bersama sama meningkatkan amalan kita serta berpesan pesan lah akan kebaikan......
Wednesday, 10 August 2011
cerita tentang penggemar maksiat
Suatu ketika datang seseorang kepada Ibrahim bin Adham seraya berkata, “..aku adalah orang yang gemar berbuat maksiat dan aku ingin engkau menolongku agar aku jauh dari maksiat dan tidak dibenci oleh Allah Swt..”
Kemudian Ibrahim bin Adham berkata, “..aku akan memberikan kepadamu lima hal : Pertama, jika kau ingin berbuat maksiat, maka janganlah sekali-kali engkau memakan rezeki yang datangnya dari Allah.”
“Mana mungkin, karena semua yang manusia dapat di dunia ini adalah rezeki dari Allah.” Jawab orang tersebut.
Ibrahim bin Adham kemudian berkata “..apakah kau tidak malu memakan rezeki dari Allah dan kau bermaksiat melanggar laranganya?”
Kedua, jika kau ingin berbuat maksiat, maka janganlah sesekali tinggal di tempat milik Allah.”
“Mana mungkin, karena semua tempat adalah milik Allah.” Jawab orang tersebut.
Ibrahim bin Adham kemudian berkata, “..apakah kau tidak malu tinggal di tempat milik Allah dan kau bermaksiat melanggar laranganya?”
Ketiga, jika kau ingin maksiat maka bermaksiatlah di tempat yang tidak dilihat Allah.”
“Mana mungkin, karena Allah Maha Melihat dan Mengetahui.” Jawab orang tersebut.
Ibrahim bin Adham kemudian berkata, “..apakah kau tidak malu bermaksiat melanggar laranganya dan Ia Melihatmu?”
Keempat, jika datang malaikat maut kepadamu, maka mintalah kepadanya untuk menunda agar kau dapat bertaubat.”
“Mana mungkin, karena setiap ajal tidak dapat ditunda atau dimajukan.” Jawab orang tersebut.
Ibrahim bin Adham kemudian berkata, “..jika tidak bisa maka bagaiman jika datang malaikat maut dan kau dalam keadaan maksiat melanggar larangan Allah?”
Kelima, jika malaikat yang meniup sangkakala telah meniupkan sangkakalanya, maka selamatkanlah dirimu dan jangan lari bersama orang-orang yang ada di dunia.”
“Mana mungkin, aku pasti akan mati.” Jawab orang tersebut.
Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Ibrahim bin Adham, orang tersebut menyadari akan kesalahannya dan bertaubat kepada Allah dan menjadi hamba-Nya yang shalih yang selalu menjaga dirinya agar tidak terjerumus ke lubang maksiat hingga akhir umurnya
Kemudian Ibrahim bin Adham berkata, “..aku akan memberikan kepadamu lima hal : Pertama, jika kau ingin berbuat maksiat, maka janganlah sekali-kali engkau memakan rezeki yang datangnya dari Allah.”
“Mana mungkin, karena semua yang manusia dapat di dunia ini adalah rezeki dari Allah.” Jawab orang tersebut.
Ibrahim bin Adham kemudian berkata “..apakah kau tidak malu memakan rezeki dari Allah dan kau bermaksiat melanggar laranganya?”
Kedua, jika kau ingin berbuat maksiat, maka janganlah sesekali tinggal di tempat milik Allah.”
“Mana mungkin, karena semua tempat adalah milik Allah.” Jawab orang tersebut.
Ibrahim bin Adham kemudian berkata, “..apakah kau tidak malu tinggal di tempat milik Allah dan kau bermaksiat melanggar laranganya?”
Ketiga, jika kau ingin maksiat maka bermaksiatlah di tempat yang tidak dilihat Allah.”
“Mana mungkin, karena Allah Maha Melihat dan Mengetahui.” Jawab orang tersebut.
Ibrahim bin Adham kemudian berkata, “..apakah kau tidak malu bermaksiat melanggar laranganya dan Ia Melihatmu?”
Keempat, jika datang malaikat maut kepadamu, maka mintalah kepadanya untuk menunda agar kau dapat bertaubat.”
“Mana mungkin, karena setiap ajal tidak dapat ditunda atau dimajukan.” Jawab orang tersebut.
Ibrahim bin Adham kemudian berkata, “..jika tidak bisa maka bagaiman jika datang malaikat maut dan kau dalam keadaan maksiat melanggar larangan Allah?”
Kelima, jika malaikat yang meniup sangkakala telah meniupkan sangkakalanya, maka selamatkanlah dirimu dan jangan lari bersama orang-orang yang ada di dunia.”
“Mana mungkin, aku pasti akan mati.” Jawab orang tersebut.
Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Ibrahim bin Adham, orang tersebut menyadari akan kesalahannya dan bertaubat kepada Allah dan menjadi hamba-Nya yang shalih yang selalu menjaga dirinya agar tidak terjerumus ke lubang maksiat hingga akhir umurnya
17 dosa besar
Menurut Abu Tholib Al-Makki bahwa Dosa besar itu ada 17 macam diantaranya :
4 dari hati :
1. Syirik.
2. Terus menerus berbuat maksiat
3. Putus asa.
4. Merasa aman dari siksa Allah.
4 dari lisan :
1. Kesaksian palsu.
2. Menuduh berbuat zina pada wanita baik-baik.
3. Sumpah palsu.
4. mengamalkan sihir.
3 dari perut :
1. Minum Khamer ( Minuman memabukkan semua jenis )
2. memakan harta anak yatim.
3. memakan riba.
2 dari kemaluan :
1. zina.
2. Homo seksual.
2 dari tangan :
1. membunuh.
2. mencuri.
1 dari kaki, iaitu lari dalam peperangan
1 dari seluruh badan, yaitu durhaka terhadap orang tua
Itulah macam-macam dosa besar. Mudah-mudahan kita dijauhkan dari segala bentuk dosa-dosa besar ini. Mari segera bertaubat.
4 dari hati :
1. Syirik.
2. Terus menerus berbuat maksiat
3. Putus asa.
4. Merasa aman dari siksa Allah.
4 dari lisan :
1. Kesaksian palsu.
2. Menuduh berbuat zina pada wanita baik-baik.
3. Sumpah palsu.
4. mengamalkan sihir.
3 dari perut :
1. Minum Khamer ( Minuman memabukkan semua jenis )
2. memakan harta anak yatim.
3. memakan riba.
2 dari kemaluan :
1. zina.
2. Homo seksual.
2 dari tangan :
1. membunuh.
2. mencuri.
1 dari kaki, iaitu lari dalam peperangan
1 dari seluruh badan, yaitu durhaka terhadap orang tua
Itulah macam-macam dosa besar. Mudah-mudahan kita dijauhkan dari segala bentuk dosa-dosa besar ini. Mari segera bertaubat.
azab perempuan yang tidak menutup aurat serta peristiwa mi'raj
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya Dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan, dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka, dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya. (Surah An Nur Ayat 31)
Rasulullah s.a.w. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang bermaksud: “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu:
1. Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam).
2. Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian. (Riwayat Muslim)
Balasan bagi orang yang melanggar larangan Allah, ialah azab yang amat pedih, antaranya balasan wanita yang membuka rambut kepalanya selain suaminya, akan digantung dengan rambutnya di atas api neraka sehingga menggelegak otaknya, berterusan selama ia tidak menutupnya. Dada yang sengaja dibuka atau ditonjolkan supaya kelihatan seksi, akan di gantung atas api neraka dengan pusat dan buah dadanya diikat dengan rantai neraka sebagai penggantungnya betis dan paha yang terselak-selak, sedia untuk dipanggang, pedihnya tidak terkira.
Peristiwa Mi’raj
1. Wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu. Gambaran balasan wanita yang berhias bukan kerana suaminya.
2. Wanita tergantung pada rambutnya, otaknya menggelegak dalam periuk. Balasan wanita yang tidak menutup auratnya (rambut)
3. Wanita berkepala seperti babi, badannya seperti kaldai dan menerima berbagai balasan wanita yang suka membuat fitnah, bermusuh dengan jiran dan membuat dusta.
4. Wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri. Balasan wanita yang mengoda dan menghairahkan lelaki.
5. Lelaki dan wanita yang ditarik kemaluannya ke depan dan ke belakang serta dilontar mukanya ke api neraka. Kemudian ditarik dan dipukul hingga keluar api dari badannya. Balasan orang yang membesarkan diri dan takabur kepada orang ramai.
6. Lelaki dan wanita dimasukkan besi pembakar daging dari duburnya, keluar hingga ke mulutnya. Balasan orang yang membuat fitnah, mengejek dan mencaci.
7. Wanita tergantung rambutnya di pohon Zakkum, api neraka membakarnya lalu kering kecut dagingnya terbakar. Balasan wanita yang minum ubat untuk membunuh janin.
8. Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya. Balasan wanita yang menjadi penyanyi tidak sempat bertaubat.
9. Lelaki dan wanita yang masuk api ke dalam perut dari duburnya lalu keluar dari mulut. Balasan orang yang makan harta anak yatim.
10. Lelaki dan wanita kepalanya terbenam dalam api, dituang pula air panas ke badannya lalu melecur seluruh tubuhnya. Balasan orang yang berusaha ke arah pergaduhan sesama manusia.
kesalahan wanita dalam menutup aurat
KESALAHAN PERTAMA : Aurat itu adalah memakai tudung sahaja.
KESALAHAN KEDUA : Bertudung tetapi ber'T-Shirt' berlengan pendek.
KESALAHAN KETIGA : Bertudung tetapi baju kebarungnya terbelah kainnya.
KESALAHAN KEEMPAT : Bertudung tetapi bajunya sendat, sempit dan nipis lalu memaparkan bentuk kawasan-kawasan mudah 'menggoda'.
KESALAHAN KELIMA : Bertudung tetapi amat longgar dan menayangkan jambul dan hujung rambutnya.
KESALAHAN KEENAM : Bertudung tetapi hanya memakainya di pejabat sahaja. Tidak di sekitar rumah, pasaraya dan sebagainya.
KESALAHAN KETUJUH : Bertudung tetapi tudungnya dilempar ke belakang leher, maka terdedahlah dadanya dari ditutupi kain tudung.
KESALAHAN KELAPAN : Bertudung tetapi dengan tudung yang amat nipis sehingga boleh diihat sanggul, leher, tengkuk dan dadanya.
Sebahagian wanita menyangka bahawa tutup aurat tu adalah tutup rambut sahaja. Ia adalah tidak tepat sama sekali. Asasnya adalah dari firman Allah SWT: ertinya :
وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَـٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَـٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِہِنَّۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآٮِٕهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآٮِٕهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٲنِهِنَّ أَوۡ بَنِىٓ إِخۡوَٲنِهِنَّ أَوۡ بَنِىٓ أَخَوَٲتِهِنَّ أَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَـٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّـٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِى ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٲتِ ٱلنِّسَآءِۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّۚ وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya
(Surah An-Nur 24: Ayat Ke 31)
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya
(Surah An-Nur 24: Ayat Ke 31)
islam hanya pada nama
Datangnya Islam adalah sebagai pelengkap kesempurnaan kehidupan seorang manusia. Islam boleh diibaratkan ‘software’ yang paling sesuai bagi menggerakkan kehidupan manusia. Tanpa Islam, manusia bagaikan mayat hidup tanpa tujuan. Manusia akan menjadi rosak lantaran diresapi atau dijangkiti ‘virus’ dunia hasil suntikan syaitan laknatullah. Allah s.w.t itu Pencipta manusia. Dia juga yang menjadikan alam sekitarnya, haiwan, tumbuh-tumbuhan, daratan, lautan, bumi, bintang dan langit. Semuanya bagi kemudahan manusia. Jadi, Allah itu Maha Mengetahui apa yang baik, yang boleh memberi manfaat kepada manusia dan Dia juga Maha Memahami apa yang buruk, yang boleh memudharatkan manusia. Allah mengutuskan para nabi dan Rasul sebagai mentor untuk memudahkan manusia memahami kehidupan yang sebenar yang digariskan oleh Allah. Agar manusia keluar dari kesesatan dan kegelapan ke arah jalan yang betul.
Al-Quran itu dan kitab-kitab lain diturunkan sebagai buku panduan manusia. Di dalamnya penuh dengan ilmu untuk mentadbir bumi dan alam serta peraturan-peraturan kehidupan yang mesti diikuti, dan jika diingkari manusia itu akan mengalami kerosakan. Ibaratnya, seorang pereka robot. Dia yang menciptakan robotnya, maka dia mengetahui di manakah kelebihan dan kelemahan robot tersebut. Bagi memastikan robotnya itu digunakan dengan baik, lalu dibuat satu buku panduan. Yang mana buku tersebut mengandungi cara-cara pemasangan komponen yang betul, peraturan-peraturan pengendaliannya yang tepat serta batasan menggunakannya. Disertakan juga program-program atau software yang sesuai untuk menggerakkan robot tersebut.
Jika disalahgunakannya atau tersilap memprogramkannya, maka robot itu akan rosak dan gagal berfungsi. Begitulah juga manusia, yang memerlukan Islam sebagai cara kehidupan. Jika mengambil selain daripada Islam sebagai cara hidup, mereka akan rosak akhlaknya, pemikirannya serta kehidupannya. Kerana mereka telah tergelincir daripada fitrah kehidupan manusia. Inilah yang melanda ummat Islam kini. Islam hanyalah terletak pada sesuatu perkara sahaja. Islam umpama pakaian, jika diperlukan, maka Ia akan diambil. Jika tidak, mereka akan menanggalkannya bahkan dibuang jauh-jauh. Begitu jua dengan Al-Quran. Hanyalah sebuah buku hiasan di rak-rak. Hanya berguna jika berlaku kematian dan majlis tertentu sahaja. Al-Quran juga umpama wajib bagi kanak-kanak untuk membacanya sampai tamat 30 juzuk dan harus atau tidak perlu bagi yang dewasa membacanya. Kalau ditanya, “kenapa ko tak baca al-Quran?. Jawabnya mudah, “ aku dah tamat laa”. Inilah senario masyarakat Islam di Malaysia ini. Makin hari, makin jauh daripada budaya dan ajaran Islam yang suci. Islam hanya tinggal pada nama, bukan pada amali. Semakin hari semakin terhakis sikit demi sedikit daripada diri. Budaya hiburan melampau pula menjadi tempat di hati. Bagaimanalah hidup hendak diberkati. Jika Islam hanya diingat tika hendak mati. Buat diri yang alpa
Al-Quran itu dan kitab-kitab lain diturunkan sebagai buku panduan manusia. Di dalamnya penuh dengan ilmu untuk mentadbir bumi dan alam serta peraturan-peraturan kehidupan yang mesti diikuti, dan jika diingkari manusia itu akan mengalami kerosakan. Ibaratnya, seorang pereka robot. Dia yang menciptakan robotnya, maka dia mengetahui di manakah kelebihan dan kelemahan robot tersebut. Bagi memastikan robotnya itu digunakan dengan baik, lalu dibuat satu buku panduan. Yang mana buku tersebut mengandungi cara-cara pemasangan komponen yang betul, peraturan-peraturan pengendaliannya yang tepat serta batasan menggunakannya. Disertakan juga program-program atau software yang sesuai untuk menggerakkan robot tersebut.
Jika disalahgunakannya atau tersilap memprogramkannya, maka robot itu akan rosak dan gagal berfungsi. Begitulah juga manusia, yang memerlukan Islam sebagai cara kehidupan. Jika mengambil selain daripada Islam sebagai cara hidup, mereka akan rosak akhlaknya, pemikirannya serta kehidupannya. Kerana mereka telah tergelincir daripada fitrah kehidupan manusia. Inilah yang melanda ummat Islam kini. Islam hanyalah terletak pada sesuatu perkara sahaja. Islam umpama pakaian, jika diperlukan, maka Ia akan diambil. Jika tidak, mereka akan menanggalkannya bahkan dibuang jauh-jauh. Begitu jua dengan Al-Quran. Hanyalah sebuah buku hiasan di rak-rak. Hanya berguna jika berlaku kematian dan majlis tertentu sahaja. Al-Quran juga umpama wajib bagi kanak-kanak untuk membacanya sampai tamat 30 juzuk dan harus atau tidak perlu bagi yang dewasa membacanya. Kalau ditanya, “kenapa ko tak baca al-Quran?. Jawabnya mudah, “ aku dah tamat laa”. Inilah senario masyarakat Islam di Malaysia ini. Makin hari, makin jauh daripada budaya dan ajaran Islam yang suci. Islam hanya tinggal pada nama, bukan pada amali. Semakin hari semakin terhakis sikit demi sedikit daripada diri. Budaya hiburan melampau pula menjadi tempat di hati. Bagaimanalah hidup hendak diberkati. Jika Islam hanya diingat tika hendak mati. Buat diri yang alpa
allah wujud
ADA SEORANG LELAKI PERGI KE KEDAI GUNTING RAMBUT UNTUK MENGGUNTING RAMBUT DAN JANGGUTNYA. APABILA BARBER ITU MEMULAKAN TUGASNYA, MEREKA PUN BERBORAK DAN BERCAKAP MENGENAI BANYAK PERKARA.TAPI BILA MEREKA MULA
BERBICARA MENGENAI ALLAH, BARBER ITU PUN BERKATA,” SAYA TAK PERCAYA ALLAH ITU WUJUD.”
BERBICARA MENGENAI ALLAH, BARBER ITU PUN BERKATA,” SAYA TAK PERCAYA ALLAH ITU WUJUD.”
”KENAPA KAMU KATA BEGITU?” TANYA SI LELAKI TADI.
” CUBA KAMU KELUAR DI TENGAH JALAN ITU DAN TUNJUKKAN PADA SAYA BAHAWA ALLAH ITU WUJUD. KALAU BETUL ALLAH WUJUD, KENAPA RAMAI SANGAT ORANG SAKIT KAT LUAR TU?KENAPA MASIH ADA KANAK2 YG TERBIAR? KALAU BETUL ALLAH WUJUD, DAH TENTU TIADA KESAKITAN DAN KEPERITAN HIDUP DLM DUNIA NI. SAYA TIDAK DAPAT BAYANGKAN ALLAH YANG MAHA PENYAYANG BOLEH MEMBENARKAN SEMUA INI BERLAKU”.
SI LELAKI ITU PUN BERFIKIR SEJENAK. TAPI DIA TIDAK MEMBERI SEBARANG JAWAPAN KERANA TIDAK MAHU MEMULAKAN PERTENGKARAN. SELEPAS BARBER ITU MENGHABISKAN TUGASNYA, SI LELAKI TADI PUN PERGI.
SI LELAKI ITU PUN BERFIKIR SEJENAK. TAPI DIA TIDAK MEMBERI SEBARANG JAWAPAN KERANA TIDAK MAHU MEMULAKAN PERTENGKARAN. SELEPAS BARBER ITU MENGHABISKAN TUGASNYA, SI LELAKI TADI PUN PERGI.
SELEPAS BEBERAPA LANGKAH,SI LELAKI TADI TERNAMPAK SEORANG LELAKI BERAMBUT PANJANG, SELEKEH, KOTOR DAN JANGGUT TIDAK TERURUS. SI LELAKI TADI PUN BERPATAH BALIK DAN PERGI SEMULA KE KEDAI GUNTING RAMBUT TADI DAN BERKATA,” KAMU TAHU TAK YANG SEBENARNYE BARBER JUGAK TIDAK WUJUD?”
”KENAPA KAMU KATA MCM TU? SEDANGKAN SAYA BARU SAJE GUNTING RAMBUT KAMU TADI”..KATA BARBER.
”TIDAK!” KATA SI LELAKI TADI.”KALAU BARBER WUJUD, DAH TENTU TIDAK ADA ORG YG BERAMBUT PANJANG TIDAK TERURUS DAN KOTOR SERTA JANGGUT YG PANJANG DAN KOTOR MCM LELAKI DI TEPI JALAN ITU”.
”AH! BARBER MEMANG WUJUD! LELAKI TU JADI MACAM TU SEBAB DIA TIDAK DATANG PADA SAYA UNTUK MENGGUNTING RAMBUTNYE!” KATA BARBER.
”TEPAT SEKALI!”. KATA SI LELAKI TADI.
”THAT’S THE POINT!. ALLAH JUGAK WUJUD. ITULAH YANG TERJADI (KEPERITAN & PENDERITAAN) JIKA MANUSIA TIDAK MENGINGATINYA DAN KEMBALI PADANYA UNTUK MEMOHON PERTOLONGAN. ”
JADI MARILAH KITA BERSAMA SAMA RENUNG DIRI KITA SESAMA SENDIRI.
ADAKAH KITA MENGINGATI ALLAH?
Sunday, 7 August 2011
assalamualaikum
Segala puji bagi Allah Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya semua.
Kami panjatkan segala puji padaNya dan kami meminta pertolonganNya. Seraya memohon ampun dan meminta perlindunganNya dari segala keburukan jiwaku dan dari kejelekan amaliahku. Barangsiapa yang telah Allah tunjukkan jalan baginya, maka tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Allah limpahkanlah salawat dan salam bagi Muhammad saw berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.
Segala puji bagi Allah yang telah memberi sebaik-baik nikmat berupa iman dan islam. Salawat dan doa keselamatanku terlimpahkan selalu kepada Nabi Agung Muhammad Saw berserta keluarga dan para sahabat-sahabat Nabi semuanya
: Puji syukur kepada Allah dan doa salawaat serta doa keselamatan kepada rasulullah junjungan dan pembimbing kita, Nabi Muhammad bin Abdillah.
Kami panjatkan segala puji padaNya dan kami meminta pertolonganNya. Seraya memohon ampun dan meminta perlindunganNya dari segala keburukan jiwaku dan dari kejelekan amaliahku. Barangsiapa yang telah Allah tunjukkan jalan baginya, maka tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Allah limpahkanlah salawat dan salam bagi Muhammad saw berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.
Segala puji bagi Allah yang telah memberi sebaik-baik nikmat berupa iman dan islam. Salawat dan doa keselamatanku terlimpahkan selalu kepada Nabi Agung Muhammad Saw berserta keluarga dan para sahabat-sahabat Nabi semuanya
: Puji syukur kepada Allah dan doa salawaat serta doa keselamatan kepada rasulullah junjungan dan pembimbing kita, Nabi Muhammad bin Abdillah.
Subscribe to:
Comments (Atom)
